MITRA (Kemenag Mitra) — Rangkaian kegiatan Safari Ramadhan 1447 Hijriah yang dilaksanakan oleh Kementerian Agama Kabupaten Minahasa Tenggara resmi berakhir pada Kamis (12/3/2026). Penutupan kegiatan berlangsung di Masjid Nurul Hasanah, Ratahan, dengan dihadiri jajaran tim Safari Ramadhan bersama masyarakat dan jamaah setempat.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Minahasa Tenggara diwakili oleh Kepala Seksi Pendidikan Islam dan Bimbingan Masyarakat Islam, Hj. Deyske R. Sangia, M.H., yang hadir bersama tim Safari Ramadhan Kemenag Mitra untuk bersilaturahmi sekaligus mengikuti rangkaian ibadah bersama jamaah.
Kegiatan diawali dengan buka puasa bersama, kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan salat Magrib, Isya, Tarawih, dan Witir secara berjamaah. Dalam sambutannya, Hj. Deyske menyampaikan klarifikasi terkait isu yang berkembang di masyarakat mengenai larangan takbiran menggunakan pengeras suara. Ia menegaskan bahwa Menteri Agama Nasaruddin Umar tidak pernah mengeluarkan kebijakan pelarangan takbiran dengan pengeras suara.
Ia menjelaskan bahwa informasi yang beredar di masyarakat perlu diluruskan. Menurutnya, kebijakan yang sempat disampaikan pemerintah bersifat kontekstual dan hanya berkaitan dengan wilayah Bali. Hal tersebut mempertimbangkan kondisi sosial keagamaan setempat, di mana mayoritas masyarakat Bali beragama Hindu dan momentum Idulfitri diperkirakan berdekatan dengan Hari Raya Nyepi.
“Karena itu diperlukan kebijaksanaan agar kedua umat dapat menjalankan ibadahnya dengan saling menghormati. Sementara di daerah lain, termasuk di Kabupaten Minahasa Tenggara, pelaksanaan takbiran tetap dapat dilakukan sebagaimana biasanya dengan tetap menjaga ketertiban serta semangat kerukunan antarumat beragama,” ungkapnya.
Rangkaian kegiatan juga diisi dengan kuliah tujuh menit (kultum) yang disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam Kemenag Kabupaten Minahasa Tenggara, Zulkarnain Makatutu, S.H.I. Dalam tausiyahnya, ia menguraikan sejumlah keutamaan ibadah puasa di bulan Ramadhan.
Ia menjelaskan bahwa puasa memiliki kedudukan istimewa di antara ibadah lainnya. Pertama, puasa merupakan ibadah yang balasannya diberikan langsung oleh Allah SWT sebagaimana disebutkan dalam hadis qudsi. Kedua, puasa merupakan ibadah yang paling terjaga dari sifat riya, karena hanya Allah yang mengetahui secara pasti apakah seseorang benar-benar menjalankannya. Ketiga, puasa juga memberikan manfaat bagi kesehatan, antara lain membantu proses detoksifikasi tubuh, mengatur metabolisme, serta memberi kesempatan bagi sistem pencernaan untuk beristirahat.
Kegiatan Safari Ramadhan tersebut kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan salat Tarawih dan Witir yang diimami oleh Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Tombatu, Dimas Mardino Ardjo, S.Ag.
Usai pelaksanaan ibadah, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan bantuan sembako kepada marbot masjid sebagai bentuk kepedulian serta implementasi dari Program Kementerian Agama RI. Bantuan tersebut diharapkan dapat memberikan dukungan bagi para marbot yang selama ini berperan penting dalam menjaga dan memakmurkan masjid.
Berakhirnya Safari Ramadhan ini menjadi penanda kuatnya komitmen Kementerian Agama Kabupaten Minahasa Tenggara dalam membangun kedekatan dengan masyarakat serta memperkuat nilai-nilai kebersamaan, keagamaan, dan persaudaraan selama bulan suci Ramadhan.